Serunya Grhatama Pustaka Yogyakarta

Senin, 4 Januari 2016. Ada amanah untuk survey lokasi sebuah acara komunitas HE. Alternatif pertama adalah Grhatama Pustaka yang berlokasi di samping Jogja Expo Centre, kawasan Gedongkuning, Jogja.

Grhatama Pustaka, sebuah perpustakaan yang menurut berita merupakan terbesar di ASEAN dan baru saja diresmikan pada tgl 21 Desember 2015 ini menawarkan bbrp wahana yg cukup menarik.

Tersedia zona anak yg terdiri dari 4 ruang, diantaranya:

1. Ruang bermain anak. Di ruang ini terdapat tenda2an untuk kemping2an, dan sarana bermain ala PAUD lainnya. Ruangan full AC bikin betah di dalamnya.

2. Ruang Dongeng. Di sini selain terdapat sarana mendongeng juga bersiaga petugas yg siap mendongeng setiap ad pengunjung yg datang. Asik, kan…. anak pasti suka… ruangan pun nyaman dengan ACnya.

3. Ruang musik. Sayangnya alat musiknya belum datang, jadi ruang ini masih sepi. Meski ada hiburan pengganti berupa akuarium yg cukup besar menghias dindingnya.

4. Ruang koleksi anak. Tempat ini dilengkapi beragam buku anak yang bagus2 dengan beraneka model dan bentuk buku yg menarik. Sayangnya, di ruangan ini ACnya rusak. Jadinya, agak mengganggu kenyamanan membaca krn suasana menjadi hangat hangat berkeringat. 🙂

Keempat ruangan tersebut menempati area basement. Selantai dengan musholla dan theater 6D

Di lantai atasnya, terdapat ruang baca utama dengan ribuan koleksinya. Ada juga ruang khusus untuk koleksi buku langka. Namun, di ruang utamalah dimulainya cerita.

Oya, sebelum ke cerita pengalaman kami (saya dan Faqih) kemarin, ada satu rule yg cukup unik di tempat ini. Setiap pengunjung akan memasuki ruangan, ruang manapun itu, pengunjung wajib melepas alas kaki, dan telah disediakan kantong penyimpanan alas kaki yg sebaiknya dibawa masuk, disimpan di rak yg tersedia. Sehingga selama menikmati waktu membaca atau apapun di sini, kita tak perlu was was kalau2 alas kaki kita berganti pemakai. hehee…..

Baiklah, inilah pengalaman kami waktu bermain di Grhatama Pustaka.

Setelah mengelilingi ruang demi ruang, kami pun masuk ruang baca utama. Di antara puluhan rak yang berderet-deret, kami menuju rak terluar saja.

Waktu nemu buku tentang siklus air, awalnya Faqih tertarik, lalu membacanya. Kami pun mencari2 tempat yang kosong. Ketemulah beberapa kursi kosong di pojokan. Baru sebentar baca, perhatian Faqih sudah beralih kepada seorang pengunjung di sebelahnya yg sedang asyik menggambar.

Tiba2 Faqih beringsut mendekati si om. Lalu meluncurlah pertanyaan yg diluar dugaanku.

Akhirnya kedua cowok beda usia itu pun asyik ngobrol. Dr kapan suka gambar, gambarnya buat apa, pekerjaan si om apa, dll.

 

Sadar ini bukan ruang diskusi, meskipun ngobrolnya pelan, Faqih kupanggil dg memancingnya dg sebuah gambar diagram siklus air di bumi.

Sejenak tertarik, kemudian kembali ke tempat duduk, dan mulai membaca lagi.

 

E tapi…. kali ini membacanya bukan dengan duduk tenang, tapi dengan duduk sambil memutar2 kursi. Berhenti sejenak lalu menanyakan hal yg tidak dipahaminya. Setelah saya jawab, Faqih pun lanjut baca lagi, dan tetap dengan memutar2 kursi yg ia duduki.

Belum kelar dg buku yg ada, sudah pergi ke rak lain, kembali mencari buku. Dan ketemu sebuah buku popup.

Karena tampilannya yg menarik, Faqih pun cukup lama memperhatikannya. Dan ketika tiba di akhir halaman, ditemukan sebuah lipatan kertas tebal yg ketika dibuka, taraaaa……. ada pop up struktur tubuh manusia seukuran nyata tubuh manusia. Besarnya, tentu saja berkali kali lipat dari ukuran bukunya.

Dengan antusias Faqih membuka seluruh bagiannya. Karena membutuhkan ruang yg cukup lebar, sampai2 agak menghalangi jalur pengunjung yg mau lewat. Untungnya mbak2nya baik, cuma senyum aja dan cukup maklum. Ada yg kaget dan takut juga, sih, karena gambar di bagian kepalanya nongol tengkorak gitu….. Maaf, ya, mbak…. hehe….

Buat Faqih, ini buku bener2 keren dan memang mampu menyedot perhatiannya. Krn membacanya saja butuh bergerak kesana kemari, bisa dibuka2 di sana sini. Asik pokoknya….

Tapi….. melihat pengunjung lain yg duduk tenang, khusyuk dengan buku, atau lepi, ato malah dg hp masing2, sempat terpikir, ni bocah kok gerak mulu, yak….

Awalnya pengen malu, sih…. tapi keburu nyadar, ni anak kan memang kinestetis. Tak perlu mbanding2in dgn mereka yg bisa nyaman dan tenang di posisinya masing2, sementara ni anak sibuk dg gerakan2nya, yo wislah. Yang penting tdk menimbulkan kegaduhan yg berpotensi mengganggu pengunjung perpus lainnya.

Jadi lebih enjoy, memang. Gak perlu merasa aneh, apalagi rasa turun gengsi. Gengsi saya kayaknya ketinggalan di parkiran, trus ngambek, dan pergi entah ke mana. ehh….. 😀

Apalagi di akhir moment, kami mendapat kesempatan nonton film 6 Dimensi. Yang selain gambarnya seperti beneran karena efek kacamata 3 dimensi, penonton pun bisa merasakan sensasi gerakan, seolah2 sedang benar2 menempuh petualangan yang ada di dalam film itu.  Gerakannya, getarannya, goncangannya, tanjakannya, turunannya, dinginnya salju, gempuran roketnya, benturan bebatuannya….. dan semuanya…. Capeknya kerasa…. Tapi serunya, bikin nagih. Beneran….. Kalo gak percaya, coba aja sendiri. 😀

Dan serunya lagi, selama pergub tarif belum turun, layanan ini masih akan GRATIS.

Keseruan yang komplit. hehee….

Itulah yg membuat kami pengen ke sana lagi. Membawa pasukan yg kemarin blm sempat ikut survey.

Grhatama Pustaka, insyaAllah, hari ini kami akan kembali…….

Ada yang mau seru-seruan kayak kami? Ke Grhatama Pustaka aja…. mumpung masih gratis. hihihiii…..

Iklan